ProteksiDini
Menu
FAQCara PemesananTestimoniArtikel
Pesan Sekarang via WhatsApp

Pertanyaan Umum

Temukan jawaban dari pertanyaan yang sering diajukan oleh pelanggan Kami.

Kontrasepsi darurat adalah metode pencegahan kehamilan yang digunakan setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau ketika kontrasepsi reguler gagal. Metode ini bekerja dengan menunda atau menghambat ovulasi — bukan menggugurkan kehamilan yang sudah terjadi.

Postinor adalah merek dagang pil kontrasepsi darurat yang mengandung zat aktif levonorgestrel (hormon progesteron sintetis). Tersedia dalam dua varian:
  • Postinor 1 — 1,5 mg levonorgestrel dalam satu tablet dosis tunggal.
  • Postinor 2 — 0,75 mg levonorgestrel per tablet (2 tablet per strip).
Catatan: Postinor termasuk obat keras di Indonesia dan hanya dapat dibeli dengan resep dokter.
Sama sekali berbeda. Postinor adalah pil pencegah kehamilan, bukan pil aborsi. Cara kerjanya menunda pelepasan sel telur (ovulasi) dari ovarium, sehingga sperma tidak memiliki sel telur untuk dibuahi.

Jika pembuahan sudah terlanjur terjadi dan sel telur menempel di dinding rahim, Postinor tidak akan membatalkan kehamilan tersebut.

WHO menegaskan bahwa pil kontrasepsi darurat mencegah kehamilan dengan menunda ovulasi dan tidak menyebabkan aborsi.
Perbedaan utama terletak pada dosis dan cara konsumsi:
  • Postinor 1: Satu tablet berisi 1,5 mg levonorgestrel — diminum sekali dalam waktu 72 jam setelah hubungan seksual tanpa pengaman.
  • Postinor 2: Dua tablet masing-masing 0,75 mg levonorgestrel — tablet pertama diminum sesegera mungkin (maks 72 jam), tablet kedua diminum 12 jam setelah tablet pertama.
Keduanya memiliki efektivitas yang serupa jika dikonsumsi sesuai aturan.
Postinor bekerja melalui beberapa mekanisme:
  • Menghambat/menunda ovulasi — mencegah pelepasan sel telur dari indung telur.
  • Mengentalkan lendir serviks — mempersulit pergerakan sperma menuju sel telur.
  • Menipiskan dinding rahim — mengurangi kemungkinan implantasi.
Semakin cepat diminum setelah hubungan seksual tanpa pengaman, semakin tinggi efektivitasnya.
Postinor harus diminum sesegera mungkin setelah hubungan seksual tanpa perlindungan. Waktu optimal adalah dalam 24 jam pertama (Golden Hour). Batas maksimal konsumsi adalah 72 jam (3 hari).

Cara konsumsi:
  • Postinor 1: Minum 1 tablet langsung, paling lambat 72 jam setelah hubungan seksual.
  • Postinor 2: Tablet pertama diminum sesegera mungkin, tablet kedua diminum 12 jam kemudian.
Jika muntah dalam waktu 2 jam setelah minum pil, sangat besar kemungkinan obat belum terserap sempurna — segera konsumsi dosis pengganti. Jika muntah terjadi lebih dari 2 jam setelah minum, dosis tidak perlu diulang.

Penting: Semakin cepat diminum, semakin tinggi efektivitasnya. Jangan menunda!
Postinor digunakan dalam situasi darurat, antara lain:
  • Berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi apa pun.
  • Kondom bocor, robek, lepas, atau salah penggunaan.
  • Lupa minum pil KB lebih dari 2 tablet berturut-turut.
  • Terlambat suntik KB (lebih dari 1 minggu untuk suntik bulanan, atau lebih dari 2 minggu untuk suntik 3 bulanan).
  • IUD/AKDR terlepas atau ekspulsi.
  • Gagal senggama terputus (coitus interruptus).
  • Salah hitung masa subur.
  • Hubungan seksual tanpa persetujuan (kekerasan seksual).
Efektivitas Postinor tergantung pada kecepatan konsumsi:
  • Dalam 24 jam pertama: efektivitas mencapai ~95%
  • 24–48 jam: efektivitas sekitar 85%
  • 48–72 jam: efektivitas menurun menjadi sekitar 58%
Perlu diingat bahwa tidak ada metode kontrasepsi yang 100% sempurna. Itulah mengapa Postinor sering disebut morning-after pill — semakin pagi diminum, semakin tinggi keberhasilannya.
Tanda umum Postinor bekerja:
  • Menstruasi datang sesuai jadwal atau bergeser ±1 minggu dari jadwal biasa.
  • Munculnya bercak ringan atau pendarahan kecil beberapa hari setelah konsumsi.
Kapan harus tes kehamilan?
Melakukan test pack 1–2 hari setelah minum pil tidak akan akurat. Waktu paling tepat adalah 2–3 minggu setelah hubungan berisiko, atau saat haid terlambat lebih dari 5 hari.

Jika Postinor gagal:
  • Lakukan tes kehamilan untuk memastikan.
  • Segera konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Waspadai kemungkinan kehamilan ektopik jika muncul nyeri hebat pada perut bagian bawah.
Penelitian menunjukkan bahwa Postinor tidak membahayakan janin jika kehamilan tetap terjadi.
Efek samping umumnya bersifat ringan dan sementara. Beberapa yang umum dilaporkan:
  • Mual ringan dan muntah
  • Sakit kepala dan pusing
  • Kelelahan dan kram perut bawah
  • Nyeri atau bengkak pada payudara
  • Bercak darah (spotting) di luar siklus menstruasi
Tentang bercak darah: Keluarnya flek beberapa hari setelah minum Postinor adalah hal wajar — terjadi karena perubahan hormon sementara, bukan tanda bahaya atau keguguran.

Tentang siklus haid: Wajar jika siklus bulan ini bergeser maju atau mundur beberapa hari. Jika haid belum datang lebih dari 5–7 hari dari jadwal seharusnya, segera lakukan tes kehamilan.

Keluhan umumnya mereda dalam beberapa hari. Jika berlanjut, konsultasikan dengan dokter.
Postinor aman jika digunakan sesuai anjuran dokter dan hanya pada situasi darurat. WHO telah mengakui kontrasepsi darurat levonorgestrel sebagai metode yang aman dan efektif.

Namun, Postinor tidak dianjurkan untuk:
  • Wanita yang sudah diketahui hamil
  • Remaja di bawah 16 tahun tanpa pengawasan medis
  • Penderita alergi levonorgestrel
  • Penderita gangguan fungsi hati berat
  • Wanita yang mengonsumsi obat tertentu yang menurunkan efektivitas (rifampin, carbamazepine, phenytoin, barbiturat)
Penting: Postinor tidak boleh dijadikan kontrasepsi rutin karena dosis hormonnya tinggi. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan.
Penggunaan berulang: Secara medis tidak ada batasan mutlak, namun sangat tidak dianjurkan. Postinor dirancang khusus untuk kondisi darurat dan mengandung hormon berdosis tinggi. Menggunakannya berkali-kali dalam satu siklus dapat mengacaukan hormon alami tubuh secara drastis. Untuk perlindungan rutin, gunakan kontrasepsi reguler seperti pil KB harian, suntik KB, IUD, atau implan.

Kemandulan: Ini adalah mitos medis yang tidak benar. Postinor tidak menyebabkan kemandulan, "rahim kering", atau efek buruk jangka panjang pada kesuburan. Komponen hormonnya akan keluar dari sistem tubuh dalam beberapa hari. Setelah efek obat hilang, siklus ovulasi dan kesuburan kembali normal.

Penyakit menular seksual: Postinor hanya mencegah kehamilan dan tidak memberikan perlindungan terhadap PMS (HIV, gonore, klamidia, sifilis). Untuk perlindungan PMS, gunakan kondom.
Menyusui: Komponen levonorgestrel dapat terserap ke ASI dalam jumlah sangat kecil. Disarankan untuk meminum pil segera sesudah menyusui, lalu tunda menyusui setidaknya 8 jam (ASI selama jeda tersebut sebaiknya dipompa dan dibuang).

Alkohol & kopi: Konsumsi makanan, kopi, atau minuman ringan tidak mengurangi efektivitas pil. Namun, hindari alkohol sementara waktu untuk mencegah mual atau muntah yang bisa menggagalkan penyerapan pil.

Obat lain: Hindari obat-obatan penginduksi enzim hati (seperti obat epilepsi atau TBC) karena dapat menurunkan efektivitas Postinor. Selalu informasikan obat yang sedang dikonsumsi kepada dokter.
Beberapa alternatif yang tersedia:
  • Pil kontrasepsi darurat lain: Andalan Postpil, Valenor 2, Exita (mengandung levonorgestrel).
  • Ulipristal acetat (Ella): Efektif hingga 120 jam (5 hari) setelah hubungan seksual, dengan efektivitas yang stabil.
  • IUD tembaga (AKDR-Cu): Dapat dipasang hingga 7 hari setelah hubungan seksual — metode kontrasepsi darurat paling efektif.
  • Metode Yuzpe: Menggunakan pil KB kombinasi dosis tinggi sebagai kontrasepsi darurat.
Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan metode yang paling sesuai.
Di Indonesia, Postinor termasuk golongan obat keras dan secara regulasi hanya bisa dibeli dengan resep dokter di apotek resmi.

Harga: Berkisar Rp20.000–Rp50.000 per strip, tergantung apotek dan lokasi. Pastikan membeli hanya di sumber resmi dan terpercaya untuk menjamin keaslian produk.
Tentu bisa. Anda dapat berkonsultasi gratis dengan tim kami melalui WhatsApp sebelum memutuskan untuk membeli. Kami siap menjawab pertanyaan seputar penggunaan, dosis, dan hal lain yang Anda perlukan.
Privasi Anda adalah prioritas mutlak kami. Semua pesanan dikirim dengan ketentuan:
  • Blind packaging — kemasan tertutup rapat, polos, tanpa logo kesehatan atau indikasi apotek.
  • Resi disamarkan — isi paket tercantum sebagai "Aksesoris", "Dokumen", atau "Produk Kecantikan".
  • Pengiriman luar kota — dikemas dengan bubble wrap tebal dan kardus cokelat polos.
Kurir maupun orang rumah tidak akan mengetahui isi sebenarnya.
Karena produk ini berkaitan dengan urgensi waktu (batas 72 jam), kami memprioritaskan pemrosesan instan:
  • Area Yogyakarta & sekitarnya: Tersedia pengiriman kilat via GoSend/GrabExpress — paket diproses dan dikirim di hari yang sama setelah pembayaran terkonfirmasi.
  • Luar kota: Pesanan yang masuk sebelum jam operasional berakhir dikirim di hari yang sama dengan ekspedisi tercepat (Next Day/Sameday).
Privasi paket tetap ketat untuk semua metode pengiriman.